Rabu, 11 Desember 2019

3 Cara Cepat Menambah Jumlah Pelanggan

Anda harus bisa membedakan antara mana pelanggan dan mana pembeli. Orang atau sekelompok orang yang selalu membeli dari anda maka ia bisa dikelompokkan pelanggan. Bila ia hanya membeli sewaktu-waktu maka ia bisa ana masukkan sebagai pembeli.

Pembeli membeli hanya sekali tetapi pelanggan adalah orang yang sudah membeli kepada anda berkali-kali.

Kembangkanlah kemungkinan-kemungkinannya dari 3 cara cepat untuk menambah jumlah pelanggan, berikut ini :

Jangan Pilih-Pilih, Temulsh Berbagai Orang
Semakin banyak orang yang temui makin besar jumlah pelanggan. Suka atau tidak suka kepada suatu produk akan diketahui saat berbicara lebih dalam dengan mereka. Ceritakan banyak hal mencakup manfaat produk, kemudahan mendapatkannya, mungkin hobi anda, atau hal-hal yang sangat menarik lainnya.

Begitu mereka merasa nyaman maka anda sudah mengantongi potensi besar. Begitu mereka nyaman dan telah mengenal Anda, calon konsumen itu akan terus menggunakan produk yang ditawarkan.

Permudah Komunikasi dan Pengenalan Dengan optimalkan Teknologi yang Ada
Adanya teknologi internet memudahkan orang untuk melakukan banyak aktivitas. Mereka tidak perlu mengunjungi toko, namun dengan mudah bisa membeli barang yang mereka inginkan.

Tawarkan solusi,publikasikan, mudahkan mereka untuk mendapat informasi yang lebih banyak lalu permudah mereka untuk mendapatkannya. Jaminlah keamanan uang mereka, bangunlah rasa aman dan jadikan diri anda dipercaya. Maka jarak yang jauh dan pembelian secara online dari anda tidak lagi menjadi suatu penghalang.

Rancang Suatu Lomba Berhadiah
Perlombaan selalu saja menjadi daya tarik. Tentu besarnya hadiah juga menjadi salah satu magnetnya. Melalui ajang lomba inilah banyak kesempatan yang bisa Anda lakukan untuk memperkenalkan produk anda.

Untuk menarik sejumlah penyewa kios, suatu saat, sebagai pengelola pasar, saya mengadakan acara lomba mewarnai sambil bazaar dengan lapak dan kios gratis. Kegiatan dilaksanakan sekita seminggu. Memang kegiatannya sepertinya idak nyambung tapi itu mendatangkan keramaian. Mendatangkan penjual, mendatangkan orang tua siswa, dan mendatangkan pengunjung.

Hasilnya lumayan, beberapa pedagang lapak itu, menyewa tempat jualan karena ia sudah melihat dan membaca potensi yang ada dipasar selama ia berada di acara kegiatan tersebut.

Silahkan baca juga artikel berikut ini :

3 Rahasia Closing Lebih Banyak

Berikut ini rahasia supaya usaha anda meraih closing lebih banyak. Bersungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Inilah saatnya untuk mempraktekkan 3 hal ini.

Pertama, Mulai Dari Niat
Ilmu yang wajib dimiliki oleh sales salah satunya adalah closing. Closing mulai dari niat. Apa maksudnya? Ketika anda keluar melakukan penjualan anda punya niat mau closing berapa hari ini. Bila anda punya tim penjualan maka tim anda harus punya dan tahu berapa target closing hari ini.

Kedua, Gunakan Sistem
Dengan menggunakan sistem, maka penjualan selalu berhasil, setidaknya lebih banyak berhasilnya daripada gagalnya. Sistem bisa dikatakan sebuah urutan, pola, atau langkah demi langkah, urutan melakukan sesuatu. Sistem yang sudah di buat dikerjakan dengan konsisten.

Jika tim sudah menguasai sistem maka meskipun sama sekali tidak punya dasar pengetahuan penjualan mereka tidak tahu apa itu selling tapi ketika mengikuti urutan yang diajarkan ternyata ia bisa closing. Asal mengikuti sistem maka siapa pun bisa melakukan closing penjualan.

Ketiga, Buatlah Desain Closing Rules
Sales closing bisa terjadi kalau Anda memiliki closing rules. Closing rules merupakan sebuah teknik untuk menciptakan pengkondisian.

Salesman yang hebat atau company yang hebat menciptakan closing rules. Mereka menciptakan sebuah pengkondisian dimana orang yang datang dikondisikan untuk nyaman membeli.

Saatnya sekarang anda raih sebanyak-banyaknya transaksi penjualan dengan 3 rahasia ini. Kembangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa membuat sebanyak-banyaknya closing.

Silahkan baca juga artikel berikut ini :

Value Yang Bisa Mendongkrak Bisnis Anda

Anehnya walaupun mempunyai produk bagus. Tetapi omset yang didapat tidak begitu banyak, pembeli juga ternyata itu-itu saja. Apa sebenarnya yang salah?

Apakah hal mendalam berikut ini sudah diperiksa?Pembeli tidak hanya membeli ide atau inovasi dari produk yang Anda jual. Pembeli pindah ketika mereka tidak mendapatkan VALUE.

Mari kita permudah utnuk memperjelas keadaannya. Begitu pembeli membeli sesuatu sebenarnya ia membeli karena suatu alasan tertentu. Yang menjadi alasan itulah yang disebut Value. Ketika diantara banyak produk sejenis namun pembeli tetap memilih produk anda maka yang menjadi alasannya inilah yang menjadi value bagi pembeli.

Ketika pembeli datang lagi untuk membeli produk dari anda maka alasan yang menjadikan pembeli datang kembali itulah value.

Value adalah nilai atau suatu kekuatan daya tarik yang menjadikan pembeli punya alasan kuat untuk memilih produk anda. Maka tugas anda adalah bukan fokus pada memikirkan bagaimana membuat pelanggan loyal, sudah jelas mereka pergi karena mereka tidak menemukan suatu value atau alasan atau nilai tertentu dari produk anda sehingga pergi. Maka alihkan perhatian anda supaya pembeli tergantung dengan anda.

Buatlah pembeli seakan-akan tidak bisa selesai masalahnya jika tanpa membeli produk anda. Kalau Anda tidak bisa membuat customer tergantung pada Anda, pembeli tidak bisa loyal. Kalau ada orang lain yang menawarkan harga yang lebih murah, pasti mereka pindah. Kalau ada orang lain yang bisa memberikan benefit lebih banyak, mereka juga akan pindah.

Sekarang lihat pada diri Anda. Kenapa Anda memakai handphone yang sekarang Anda pakai? Karena KETERGANTUNGAN. Kenapa Anda menggunakan Facebook, Instagram untuk berjejaring sosial? Meskipun ada banyak media sosial yang lain. Karena KETERGANTUNGAN. Apakah Anda loyal dengan itu semua? Tidak. Karena KETERGANTUNGAN.

Maka goal-goal anda haruslah menciptakan rasa kebergantungan kepada produk anda. Bagaimana membuat kebergantungan bisa anda fokus kepada 3 hal berikut ini dan bekerjalah habis-habisan dalam 3 hal ini:

Pertama, Cari Nilai Terpenting Produk Anda Secara Fisik atau Tampilan
Munculkan pertanyaan-pertanyaan, apa yang paling penting bagi pembeli Anda secara fisik.

Mari kita sederhanakan. Begitu anda pernah memasuki sebuah restoran, atau pencucian mobil, atau tempat-tempat lainnya, ingalah kembali pengalaman itu, rasakan kembali, dan sekarang coba jawab pertanyaan ini, Apa yang anda rasakan setelah menggunakan jasa atau produk mereka? Bagaimana rasanya saat masuk dan saat duduk-duduk disana menunggu pesanan anda?Anda bisa mengembangkan pertanyaan lainnya terkait apa yang anda lihat dan anda duduki saat berada disana. Bagaimana yang anda rasakan dari apa yang dipakai oleh pelayan mereka, elemen-elemen yang tertempel di dinding, interior yang tampak disekiling, dsb.

Apakah Anda merasa nyaman dengan ruangannya, tempat duduknya: empuk atau tidak, temperatur atau baunya, teksturnya dst. Anda mungkin pernah mendapatkan pengalaman disaat Anda mencuci mobil. Pertama kali Anda datang ditempat tersebut, Anda sangat terkesan. Tempatnya bagus, bersih dan ramai.

Kemudian disuatu hari anda masuk pula ke rumah makan tertentu, atau pencucian mobil tertentu, dan anda merasakan ternyata sanga beda sekali. Disaat Anda ingin beristirahat sambil menunggu mobil, tempat duduknya sangat tidak nyaman, keras, ruangannya panas, pengap dan saat Anda haus ingin minum ternyata Anda juga harus berjalan jauh dari sana.

Bandingkanlah kedua tempat itu dan jawab, mana tempat yang akan anda pilih untuk dikunjungi lagi lain waktu? Tentu pembeli akan datang pada tempat yang pertama. Pembeli akan datang lagi karena ia sudah merasaan kenyamanan saat disana. Kuncinya adalah KENYAMANAN.

Alasan inilah yang dinamakan Physical Value. Maka carilah apa saja yang paling penting bagi customer anda secara fisik.

Kedua, Pikirkan Hal-hal Yang Mampu Menghadirkan Nilai Emosional Atas Produk Anda
Mengapa orang-orang membeli asuransi?Karena mereka menjadi lebih tenang saat memilikinya.  Kegelisahan mereka karena merasa ketakutan ini dan itu disebabkan khawatir akan musibah yang akan menimpa sewaktu-waktu, terhapus sudah dengan ia memiliki asuransi. Lihatlah alasan mereka kata kuncinya 'TENANG'.

Maka anda harus mengembangkan kemungkinan-kemungkinan untuk bisa menghadirkan apa yang benar-benar diinginkan pembeli secara emosi.

Pada saat pembeli menggunakan produk anda ternyata mereka merasa sangat percaya diri. Bukankah anda sering melihat orang-orang memakai celana, baju, topi, jam dll, padahal harganya selangit. Bukankah anda pernah melihat orang-orang mengendarai motor gede (moge), mobil ferrarari, Mobil Lamborgini, padahal harganya selangit? Itu semua akan terbayar karena mereka justru merasa bangga dan percaya diri. Produk yang mereka pakai, yang mereka kenakan membuat mereka confident.

Sekarang anda menjadi semakin mengetahui apa yang membuat mereka lebih percaya diri karena secara emosi-nya telah terpenuhi. Inilah yang disebut dengan Emotional Value.

Ketiga, Menciptakan Nilai Dari Sebuah Harga
Kata-kata ini kedengarannya kontroversi jika disimak sepintas. Ada orang yang mengatakan harga tas 10 juta, ia menyebut harganya murah. Jangan heran dulu, mari kita telusuri.

10 juta dan murah. Pernyataan ini tampak saling berlawanan karena sekilas nilai 10 juta adalah sesuatu yang sangat mahal. Tapi dalam kenyataan, ada sekelompok orang yang membeli dengan harga lebih mahal dari itu dan menyebut harga itu murah atau mungkin ia mengatakan harga itu wajar.

Untuk orang yang biasa membeli tas harga ratusan juta, tentu harga 10 juta sangat murah. Orang yang pernah membeli tas 15 juta atau lebih dan ternyata rusak dalam waktu 5 tahun ternyata tas yang harganya 10 juta itu 7 tahun masih utuh dan modelnya masih mengimbangi trend terbaru.

Maka muncul yang namanya 'hemat bukan berarti murah'.  Saya menjual berkali-kali buku yang terdiri dari 4 buku yang dipaketkan kedalam 1 paket dengan harga 1 juta lebih dan laku. Apakah mahal? Menurut saya, lumayan mahal, tapi kenyataannya buku itu sampai ke beberapa provinsi. Buku tersebut membicarakan bagaimana pemenangan pemilu. Buku itu saya jual di blog gratis menangpemilulegislatif.blogspot.com.

Anda bukan hanya sekedar memberikan kualitas, melainkan ada nilai lain yang diperoleh dari produk tersebut. Setidaknya uang yang dikeluarkan untuk membeli produk anda, bisa menghemat dana ratusan juta, atau bisa mempercepat waktu yang tadinya penjualan 500 pcs rata-rata satu tahun, dengan produk anda penjualan mereka bisa ditempuh hanya dalam waktu 6 bulan.

Jadi ada nilai lain dibalik produk yang terkadang nilai itu tak bisa dilihat oleh mata hanya bisa dilihat oleh pikiran dan batin.

Satu lagi. Keponakan saya lebih baik membeli HP second merk Iphone dari pada merk lain yang menurut saya sudah termasuk bagus, dan lebih murah. Jawabannya adalah kan HP Iphone kerena buat nampang dan fiturnya banyak. Mungkin yang ada dibenaknya adalah bahwa orang yang pake HP Iphone akan jadi pusat perhatian. Wah iklan gratis nih....hehehe.

Sudah waktunya. Sekarang saatnya untuk mengembangkan kemungkinan-kemunkinan yang berpotensi membangun ketergantungan. Kesuksesan anda terletak pada ketergantungan pembeli maka bangkit dan saatnya habis-habisan untu melahirkan ketergantungan. Besarkan usaha anda dengan fokus membangun 3 hal ini, yakni Physical Value, Emotional Value dan Price Value.

Silahkan baca juga artikel berikut ini :

Mariesa Mulan Tikha, Milenial Sukses Bisnis dengan Modal Pinjaman Rp 500 Ribu

Bagaimana kisahnya hingga Mariesa berhasil menjalankan usahanya? Silahkan simak dan ambil pelajaran terbaik darinya.

Ia masih duduk di bangku SMA waktu memulai bisnis 'Markonah Kriuk' dengan modal pinjaman lima ratus ribu rupiah.

Mariesa Mulan Tikha seorang milenial yang berani menantang dirinya sendiri dengan membuka usaha camilan makaroni dengan rasa pedas dan renyah. Ia berikan nama unik untuk merek dagangnya, Markonah_Kriuk, artinya Makaroni Renyah dan Kriuk.

Ia berangkat dari pengamatan, camilan dengan rasa pedas dan renyah digemari masyarakat beberapa tahun terakhir, mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa menyukai camilan jenis tersebut.

Dara kelahiran Bandar Lampung, 15 April 1998, ini pun melihat peluang bisnis di sektor makanan, khususnya camilan makaroni pedas.

Berawal dari melihat sang kakak yang sukses di dunia bisnis, anak keempat dari lima bersaudara ini pun mulai merancang bisnis miliknya sendiri. Oleh karena itu, sejak masih duduk di kelas 2 sekolah menengah atas, tepatnya pada tahun 2014, ia pun memutuskan berbisnis makaroni pedas.

Pemilihan makaroni sebagai bisnis yang ditekuninya tersebut karena pada saat itu, makanan ringan seperti makaroni pedas kriuk memang sedang digandrungi oleh masyarakat. Selain itu, makaroni juga disukai oleh semua kalangan.

Hal yang semakin membuat Icha, sapaan akrab Mariesa, yakin untuk memulai bisnis di bidang camilan ini juga karena saat makaroni pedas tersebut sedang digandrungi, di Lampung sendiri belum banyak yang menjualnya. Bahkan, saat itu orang-orang rela menggunakan jasa titip hanya untuk membeli makaroni.

Melihat peluang camilan yang memang disukai oleh semua kalangan, kata dia, dan juga karena untuk makaroni pedas sendiri di Lampung belum ada yang menjual, maka memutuskan untuk memulai usaha makaroni pedas yang diberi nama Markonah_Kriuk. Artinya sendiri adalah Makaroni Renyah dan Kriuk.

Markonah, nama brand yang sebenarnya cukup unik bagi beberapa masyarakat yang mendengar. Tetapi, nama tersebut pulalah yang ternyata menjadi salah satu daya tarik masyarakat dalam membeli produk milik Icha ini.

Apakah awal merintis ceritanya semudah itu? Perjuangan dari Icha sendiri dalam membangun bisnis camilan ini tidaklah semulus yang dibayangkan. Di awal-awal, ia merasakan sulitnya merintis bisnis, berusaha dengan keras untuk menarik pelanggan.

Membuat akun Instagram sebagai salah satu alat promosi, namun tidak semudah yang diharapkan, karena produknya belum dikenal sama sekali oleh orang-orang.

Dia mengakui, awal merintis itu cukup sulit, karena orang-orang juga belum tahu produknya, followers di Instagram juga belum banyak.

Icha pun membawa ke sekolah untuk dipromosikan ke teman-teman dulu, minta tolong untuk promosikan ke Instagram Story masing-masing. Bahkan ia harus endorse(memberikan produknya gratis untuk kemudian dipromosikan) sana-sini. Itu semua agar orang-orang tahu dan kenal Markonah_Kriuk.

Tekad kuat yang dimiliki Icha dalam berbisnis inilah yang membuatnya pantang menyerah.

Bermodal awal uang pinjaman Rp 500.000, milik orangtua, ia terus gencar dalam mempromosikan bisnis camilannya ke berbagai kalangan. Mencoba untuk terus masuk ke dalam setiap peluang yang dapat membuat camilannya dikenal dan diterima masyarakat luas.

Hingga akhirnya, bisnis camilan makaroni tersebut pun dapat terus berjalan, dalam 2 kali keuntungan yang didapat, modal awal pun dapat kembali, terus berputar, hingga akhirnya uang yang dipinjam dari orang tua pun dapat dikembalikan.

Hingga sekarang, Icha dapat menghasilkan keuntungan Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan, uangnya kemudian disimpan untuk ditabung.

Menjadi seorang pelajar dan pebisnis bukanlah suatu hal yang mudah dijalani tanpa kedisiplinan dan kekonsistenan yang dibangun di dalam diri.

Icha, yang pada dua tahun awal merintis kariernya di bidang ini merupakan seorang pelajar dari salah satu sekolah menengah atas favorit di Bandar Lampung, yaitu SMAN 9 Bandar Lampung. Melalui kedisiplinan dan kekonsistenannya Icha mampu melalui masa SMA-nya dengan lancar serta bisnis yang terus berjalan.

Bahkan ia masih sempat mengikuti perlombaan Basket Putri dalam Developmental Basketball League (DBL), mewakili sekolah bersama dengan timnya. Sekolah dan bisnis pun dapat dilalui baik.

Sampai akhirnya menuju kepada jenjang yang lebih tinggi, dara cantik ini diterima di Jurusan Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Markonah Kriuk ternyata terus berlanjut. Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, apakah bisnis Markonah_Kriuk ini akan berhenti dengan Icha yang kemudian menetap untuk waktu yang cukup lama di kota lain, untuk kuliah lagi.

Dengan kekonsistenan yang dimiliki oleh Icha dari awal memulai bisnis, bukannya menyudahi bisnis yang ia rintis sejak SMA ini, Icha justru melihat peluang yang ada dengan membuka bisnis yang sama di kota di mana dia menuntut ilmu.

Bisnis yang ia rintis awal di Lampung pun tidak ditinggalkan dan tetap bertahan hingga kini. Bahkan, tetap mengontrol penjualan yang ada di Lampung juga. Yang dilampung dibantu oleh kakaknya.

"Ya, karena kuliah di Bandung, aku melihat peluang yang ada, lalu buka untuk yang di Bandung juga. Untuk yang di Lampung enggak ada kekhawatiran karena ada kakak yang bantu juga. Jadi yang di Lampung, yang mengatur jualanku kakak aku, dia ngebantu yang ngeladenin penjual yang beli, kalau balas chat (pesan) dan urus segala macamnya tetap aku. Kalau kirim ke luar kota aku yang ngirim. "Alhamdulillah aku juga udah banyak reseller sekarang," ungkapnya dilansir kantor berita Antara.

Menjadi mahasiswa yang meng-handle bisnis dari 2 kota yang berbeda pasti tidaklah mudah, hal tersebut juga yang sering menjadi alasan mahasiswa mengurungkan niatnya dalam berbisnis. Menurut Icha sendiri, rutinitas yang dilakukannya tersebut tidaklah mengganggu kuliahnya sama sekali.

"Enggak ganggu sama sekali sih kalo dari pribadi aku sendiri. Cuma kalau lagi Ujian Akhir Semester memang akunya slow respond gitu," kata dia.

Di era yang modern, teknologi berkembang dengan pesat, dan hampir seluruh masyarakat pun mengandalkan kemajuan teknologi yang ada.

Itu pulalah yang dimanfaatkan oleh Icha, dari awal memulai bisnis, Icha bukanlah penjual yang menjajakan jualannya di sebuah outlet. Melainkan memanfaatkan media yang memang sedang banyak digunakan oleh masyarakat, seperti Instagram.

Platform digital seperti itulah yang kemudian memudahkan Icha membangun usahanya tanpa harus mengganggu tugasnya sebagai pelajar.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, Icha sudah mulai masuk menjadi Startup Entrepreneur. Seperti yang diharapkan oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI), bahwa generasi muda harus dapat menjadi Startup Entrepreneur.

Icha pun mengingatkan bagi mahasiswa dan anak muda lain yang ingin berbisnis tetapi masih ada keraguan, ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah konsisten dan terus berusaha.

Icha pun mengeluarkan tips untuk mahasiswa dan anak muda di luar sana yang masih ragu dalam memulai bisnis, yang pertama jangan pernah berpikir untung yang besar, apalagi di awal-awal usaha, karena lebih baik untungnya kecil tapi banyak yang beli.

Jangan pernah puas dari hasil yang sudah didapat, dan yang paling penting adalah jualan di bidang yang disukai karena kalau suka mau sesusah apa pun pasti senang-senang saja menjalaninya, dan akan jadi konsisten dan disiplin dalam penerapannya. (Sumber : tagar.id)

Silahkan baca juga artikel berikut ini :

10 Pengusaha Muda yang Sukses Meski Masih Kuliah

Kabar baiknya adalah anda sekarang sudah mulai melangkah sementara yang lain belum tentu. Mulai memikirkan bagaimana merintis usaha ssegera mungkin menjadi anugerah dan akan menjadi pembeda antara anda dengan teman-teman sekampus dengan anda.

Perlahan anda akan merasakannya. Sudut pandang berbeda, semangat berbeda, kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan berbeda, dan bagaimana melihat masa depan, juga berbeda. Anda menjadi lebih terarah karena sudah punya arah sementara mereka belum tentu. Ini tampak dari aktivitas mereka dikampus yang begitu-begitu saja. Senang nongkrong, ngorbol buang-buang waktu, sbg.

Berikut ini merupakan contoh bagus yang mungkin bisa diikuti jejaknya. Mereka mulai berbisnis saat kuliah. Simak mereka berikut ini dan kembangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa anda lakukan untuk bisnis anda.

1) Hafiza Elfira
Ia kuliah di Universitas Indonesia, Depok. Berawal dari sebuah social entrepreneur di bawah Nalacity Foundation, wanita ini ia memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu penderita kusta. Namun,dalam waktu yang cukup panjang dia berhasil membuat bisnis manik-manik yang laris di pasaran. Hasilnya ratusan juta rupiah bisa dia ambil selama kuliah.

2) Yasa Singgih
Saat usia 20 tahun, Yasa telah berhasil menjalani banyak sekali bisnis, antara lain konsultan, properti, dan fashion dengan brand Men’s Republic. Ia lulusan lulusan Bina Nusantara dan sudah terbiasa berbisnis sejak usia 15 tahun.

3) Nicholas Kurniawan
Berawal dari ekonomi keluarga yang terpuruk dan terbelit banyak hutang, akhirnya Nic mencari cara untuk menekuni bisnis. Terbukti ada bisnis MLM, makanan, dan mainan pernah dia coba sebelum beranjak ke Kaskus. Hingga pada suatu saat dia berjualan di Kaskus sebagai Eksportir ikan hias. Tak diduga omset yang dapat dia peroleh berkisar ratusan juta rupiah dalam satu bulannya.

4) Hamzah Izzulhaq
Sejak SMA dia memiliki jiwa bisnis yang cukup kuat. Pada saat kelas 2 SMA merupakan titik balik dia berbisnis, dengan cara membuka bisnis Franchise. Dengan modal awal ayahnya senilai 70 juta, dia berhasil membuktikan keberhasilan bisnis bimbel di Jakarta. Hingga hari ini, dia masih duduk sebagai direktur utama CV Hasama Indonesia.


5) Victor Giovan Raihan
Lahir dari keluarga kepolisian, pria sulung dari dua bersaudara ini tidak berminat untuk mengikuti jejak ayahnya. Sebaliknya, dia memilih jalur bisnis dan menekuninya hingga sekarang. Pilihannya ternyata tepat. Terbukti bahwa dia bisa kebanjiran pesanan dari hasil campuran teh dan fermentasi susu yang dia buat sendiri. Tidak hanya itu, dia memiliki usaha inti yaitu bakso, yang omsetnya sangat besar. Hingga saat ini sudah ada 10 outlet yang dia kelola, dan 17 dikelola oleh mitra kerjanya.

6) Theresia Deka Putri
Kopi merupakan rempah-rempah yang diminati hampir semua kalangan masyarakat Indonesia. Hal inilah yang menjadi semangat Theresia dalam memulai bisnisnya. Dia mengembangkan bisnis kopi luwak sebagai pilihan bisnis ketika usianya belum genap 20 tahun. Hasilnya dia telah memiliki omset jutaan rupiah dengan hanya mempekerjakan sekitar 15 orang di tokonya. Rahasia bisnisnya terletak pada resep biji kopi luwak yang dia peroleh dan ramu sendiri.

7) Riezka Rahmatiana
Bisnis yang sukses sebanding dengan usaha kerasa yang dilakukan oleh seseorang. Hal tersebut juga yang disampaikan dara muda yang akrab dipanggil Riezka. Meskipun jatuh bangun dengan beberapa usaha makanan, network marketing, dan lainnya, tetapi dia tidak mudah menyerah. Terbukti bahwa dia berhasil membuat bisnis es pisang ijo asli Makassar. Hingga tahun 2009 dia berhasil membuat 3 cabang dan membuka sistem franchise agar dapat menguntungkan masyarakat dan dirinya.

8) Rangga
Jika Anda pernah melihat rumah makan dengan sebutan “Pecel Lele Lela”, berarti satu lagi keuntungan Rangga yang bisa ditemukan. Berawal dari hobi makan lele saat kuliah, Rangga memutuskan untuk menjadikan lele sebagai hidangan utama dalam sebuah menu rumah makan. Namun, perjuangannya membutuhkan kerja keras di mana dia harus mengalami penolakan untuk bekerja sama dengan orang lain hingga tempat yang tidak strategis untuk berjualan makanan di tenda jalan. Hingga saat ini usahanya sudah meroket di berbagai cabang dan omset yang banyak.

9) Nurul Walidah Oktaviani
Kehadiran GoJek membuat inspirasai bagi banyak orang. Terbukti, mahasiswi asal ITB ini berhasil meraup omset hinga puluhan juta rupiah dari bisnis ojek yang digelutinya. Jika GoJek dibuat untuk kalangan umum, maka ojek yang dibuatnya berguna untuk mengantarkan para mahasiswi. Pasalnya, dia menilai bahwa banyak mahasiswi yang pulang malam, sementara jalan untuk pulang cukup jauh, dan bisa berakibat tindakan kejahatan. Untuk supir ojek, dia juga menggunakan wanita, agar tidak timbul kejahatan lainnya.

10) Yoyok
Satu lagi pebisnis muda yang sukses di dunia kuliner adalah Yoyok. Mungkin Anda lebih mengenal kuliner yang dia tawarkan daripada namanya sendiri. Pria ini berhasil meraup keuntungan dari bisnis kuliner SS. Perjalanan karirnya tidak begitu mudah, banyak tantangan yang harus dilewati. Terlebih lagi sebuah kuliner memiliki tantangan lebih besar karena cepat basi dibanding toko online. Namun, sifat optimis memberikan dia pengalamn yang berhaga hingga sukses sampai sekarang.
(Sumber : tommcifle.com)

Silahkan baca juga artikel berikut ini :

Suskes Masih Kuliah, Begini Caranya!

Beberapa orang mungkin tidak tahu kalau peluang bisnis bisa mucnul dari mana saja. Asal ada kemauan pasti ada jalan.Asal mau mencari arah maka akan menemukan jalan.

Agnes Chrismonica Manik (21), mahasiswi Universitas Lampung ini membuktikan peluang bisnis bisa muncul dari mana saja, asal ada kemauan maka ketajaman pengamatan akan menyertai. Ia memanfaatkan tepi jalan menuju Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Wayhalim, Kota Bandarlampung untuk berjualan aneka botol minum dan kaus kaki setiap hari Minggu, karena banyak orang yang datang baik berjalan kaki atau berkendara menuju pusat kegiatan olahraga tersebut.

Setiap Minggu banyak pula orang datang membeli makanan di tenda atau gerobak di depan gerbang PKOR, selain yang berolahraga.

Saat itu, di tempat-tempat umum banyak mahasiswa berjualan menggunakan tenda atau mobil. Walaupun demikian, ia berjualan menggunakan terpal dan satu buah rak karena menurutnya dapat lebih menarik perhatian pembeli.

Memanfaatkan terpal untuk lesehan selain lebih merakyat juga lebih menarik pengunjung untuk datang karena tidak segan, berbeda ketika menggunakan kendaraan, calon pembeli terkadang berpikir dua kali.

Mahasiswi jurusan akuntansi ini mengaku tidak merasa malu dan kesulitan berjualan di tempat umum karena dibantu oleh tiga orang temannya.

Jualan bagi pemula di tempat umum itu tidak sulit, malah jadi kegiatan yang seru. Sejak awal berjualan, ia dibantu teman-teman mahasiswa dari kampus. Awalnya sepuluh orang, sekarang hanya tiga orang.

Ide menjual botol minum muncul karena Agnes merasa mahasiswa perlu membawa botol minum ke mana pun untuk menghemat pengeluaran. Ia pun memilih botol minum yang desainnya menarik agar mudah diterima kalangan mahasiswa.

Apalagi ia sering melihat mahasiswa membeli air mineral kemasan, padahal bisa membawa dari rumah. Bisa lebih hemat. Mungkin karena botol minum dinilai kurang trendi. Jadi sekalian saja menjual botol minum yang desainnya menarik. Ia awalnya menjual dalam jumlah sedikit botol yang dibelinya dari toko online.

Penjualan botol minum dan kaus kakinya meningkat, sejak merambah dunia Instagram. Pembelinya pun tidak hanya dari kalangan mahasiswa. Karena teman-temannya tertarik dan semua botol minumnya terjual, ia mencari toko online yang menjual botol serupa dengan harga lebih murah dan mulai menjual dalam jumlah banyak di Instagram.

Mahasiswa ternyata banyak yang tertarik pada botol-botol itu, jadi ia memberanikan diri menjual dalam jumlah banyak di Instagram, supaya lebih banyak yang mengetahuinya.

Mengenai produk kaus kaki, awalnya ia membeli sebanyak dua lusin di toko dekat rumahnya untuk koleksi sendiri. Namun, karena dalam dua lusin kaus kaki tersebut ada warna yang tidak ia sukai, ia menjualnya ke teman-teman di kampus, dan mereka menyukainya.

Melihat teman-temannya menyukai kaus kaki warna-warni, ia akhirnya memutuskan untuk berjualan kaus kaki di Instagram pula.

Sejak merambah dunia Instagram, penjualan botol minum dan kaus kakinya meningkat. Pembelinya pun tidak hanya dari kalangan mahasiswa.

Karena itu, ia mencoba berjualan di tempat umum, yakni PKOR Wayhalim. Ia pertama kali berjualan PKOR saat Lampung Fair 2018 diselenggarakan.

Ia mendapat tawaran dari seorang teman untuk berjualan botol minum dan kaus kaki saat Lampung Fair dan mendapat bantuan dari teman-temannya.

Saat itu, Agnes menjual 200 buah botol dan 100 lusin kaus kaki dengan meminjam uang kakaknya untuk modal usaha.

Selama satu minggu berjualan, dengan modal kecil, ia mendapat keuntungan cukup banyak. Agnes akhirnya memutuskan untuk berjualan tetap di PKOR setiap hari Minggu.

Kakak kandung Agnes, Lista (36), mengatakan Agnes sudah terbiasa berinteraksi dengan pembeli sejak SD. Agnes suka berjualan sejak masih SD. Dia sering membantu berjualan di toko ayahnya, jadi sudah terbiasa berinteraksi dengan pembeli.

Saat Agnes memutuskan membangun usaha sendiri, seluruh anggota keluarga  memberikan dukungan penuh kepadanya.

Lista juga mengungkapkan, ayah mereka yang menjalankan berbagai usaha di kawasan Way Kandis menjadi inspirasi Agnes dalam menjalankan usaha.

Apalagi Agnes itu anak bungsu di keluarga dan paling dekat dengan ayahnya , jadi wajar dia banyak terinspirasi dari ayah yang merupakan wirausahawan.

Mengenai keperluan kuliah seperti buku, uang kegiatan, dan uang jajan sehari-hari, Lista mengaku Agnes tidak pernah mengalami kekurangan. Bahkan, belakangan semua keperluan kuliah dan pribadinya dapat ditanggulangi sendiri.

Menyinggung bagaimana memulai usaha bagi mahasiswa, Agnes berharap semakin banyak mahasiswa tertarik berwirausaha dan tidak malu memulai dari awal.

Sebab, kata Agnes, mahasiswa sekarang pintar membaca peluang, semoga semakin banyak yang tertarik berwirausaha, dan berharap mahasiswa di manapun tidak malu untuk berwirausaha, walaupun hanya di emper tempat umum atau pinggir jalan, asalkan tidak melanggar aturan.
(Sumber : tagar.id)

Silahkan baca juga artikel berikut ini :

Raup Ratusan Juta Berkat Tunda Bayar Sewa Kos

Bagaimana bisa meraup uang jutaan rupiah dari kamar kos? Begitu anda bertanya apakah ini benar-benar ada maka saatnya untuk mengarahkan pandangan kita kepada sosok satu ini.

Kolaliandri Ginting lah yang berhasil menjalankan bisnis dan meraup uang dari kamar kostnya dengan bisnis. Omzetnya bahkan pernah mencapia angka 800juta.

Bukan sekedar usaha biasa, dinukil dari liputan6.com, Andri melejit berkat kreativitasnya mengolah sebuah mesin cuci sepeda motor-mobil portabel rakitan sendiri. Pemasarannya pun dilakukan secara online melalui marketplace yang ada Indonesia. Bahkan, kesuksesannya justru berawal dari permohonannya untuk menunda membayar uang sewa kos. Berawal dari kondisi yang mepet untuk memenuhi kebutuhan pribadi maka muncullah kemudian bisnis yang ia jalankan sat ini.

Berbekal kreativitasnya, Andri memilih untuk menciptakan sebuah mesin khusus untuk mencuci kendaraan bermotor. Bukan mendesain dari awal, ia justru memodifikasi alat serupa buatan Cina dan jauh lebih lengkap dari aslinya. Andri menambahkan selang sepanjang 5 meter, adaptor, gun sprayer, dan komponen buatan dalam negeri pada produk tersebut. Kebetulan, dirinya memiliki pengetahuan soal bahan-bahan mesin tersebut.

Sebelum bergelut dengan bisnis tersebut, Andri memang telah akrab dengan dunia permesinan. Hanya saja ia kerap disuruh orangtua membeli spare part mesin pertanian. Hal ini dikarenakan keluarganya di Kabupaten Karo memiliki usaha sejenis. Dari situlah, Andri secara perlahan mulai mempelajari seluk beluk komponen, berikut mesin-mesinnya. Dari sinilah ia terinspirasi untuk membuat karya handmade.

Lucunya adalah begini. Ia sempat menunda bayar kos demi mencukupi modal usaha. Andri sampai harus menunda pembayaran kos lantaran uangnya bakal diputar sebagai modal. Beruntung, sang pemilik kos akhirnya mengijinkan hal tersebut. Andri pun akhirnya sukses membuat dua mesin cuci sepeda motor-mobil portabel pertamanya.

Tak disangka, alat rakitannya ternyata disukai konsumen dan langsung tertarik untuk membelinya. Saat itu, Andri menggunakan sebuah toko online untuk memasarkan barang buatannya tersebut.

Seiring berjalannya waktu, peminat dari mesin buatan Andri semakin meningkat. Ia pun akhirnya memfokuskan diri untuk menjalankan bisnis tersebut. Andri sukses meraup sekitar Rp 800 juta dengan rata-rata penjualan 500 unit mesin cuci sepeda motor-mobil portabel per minggu. Pria kelahiran 29 Desember 1997 ini bahkan dengan percaya diri menargetkan profit hingga Rp 1 miliar, dan pada tahun berikutnya menargetkan keuntungan Rp 2 miliar.

Silahkan baca juga artikel berikut ini :